"Portal ini sebagai jawaban terhadap keluhan teman-teman di daerah yang kesulitan mencari tenaga ahli," kata Ketua DPN Inkindo, Peter Frans di Jakarta, Rabu.
Sebagai tahap awal, kata Peter, i-bridge masih berbasis website, namun ke depannya tengah disiapkan untuk aplikasi baik android maupun ios agar layanan lebih mudah.
Peter mengatakan di era industri 4.0 menuntut segala sesuatunya serba cepat dan perusahaan yang tidak mengantisipasi hal itu bakal tertinggal.
Peter optimistis i-bridge yang dikembangkan Sandy Nasution selaku Managing Director PT Bit Zero Informatika akan berkembang karena tidak hanya tenaga ahli dan badan usaha konsultasi, namun kontraktor juga dapat memanfaatkan fasilitas ini.
Peter mengatakan pemilik pekerjaan dan badan usaha konsultan akan terbantu dengan fasilitas ini karena tinggal menghubungi tenaga konsultasi yang terdapat dalam daftar i-Bridge.
Sedangkan bagi tenaga ahli termasuk yang baru lulus kuliah wadah ini dapat dipergunakan untuk mencari pekerjaan
Peter juga menyampaikan dalam i-bridge ini tidak hanya tenaga konsultan tetapi juga penyedia konstruksi (kontraktor) juga ikut dilibatkan.
"Saya optimistis akan ada 8.000 tenaga ahli yang ikut serta sampai dengan akhir tahun 2020, di antaranya satu juta tenaga ahli itu telah mengantongi sertifikat profesi," katanya
Peter optimistis meski saat ini masih uji coba, namun pada Desember nanti sudah berjalan normal.
Sandy menjelaskan i-bridge terinspirasi dari situs-situs pencari kerja karena formatnya hampir sama menawarkan tenaga ahli dapat dilihat dari lampiran ijasah dan keahlian yang dimiliki.
Sandy juga mengungkapkan layanan ini juga akan memudahkan bagi perusahaan konsultan yang akan mengikuti lelang.
Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019
(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2019/10/inkindo-hadirkan-i-bridge-mudahkan-cari.html )
Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap
Komentar
Posting Komentar