Beras Diduga Dioplos, Bupati Lahat: Wajar

Gambar

Raja Adil Siregar - detikNews

Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban

Palembang - Polisi mengamankan 39 ton beras yang diduga hasil

oplosan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel). Bupati

Lahat Aswari Riva'i menyebut adalah sebuah kewajaran apabila

masyarakat menolak beras oplosan.

"Jadi saya bela masyarakat saya, wajar kalau mereka menolak

(beras raskin oplosan). Hal ini pasti sudah sering terjadi,

karena tahun lalu juga sudah pernah terjadi hal demikian dan

masyarakat itu bisa melihat mana yang layak dikonsumsi dan

tidak," ujar Kak Wari, sapaan Aswari Riva'i, di Palembang,

Selasa (25/7/2017).

"Masyarakat yang memakan beras raskin ini kan juga manusia,

bagaimana mungkin masyarakat yang sudah miskin malah diberi

makan beras yang tidak layak. Masyarakat ini kan harus menebus,

jadi wajar mereka tidak mau menebus ini jika kondisinya seperti

itu," sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Bulog Divisi Regional Sumsel Bahktiar

menyebut bila tuduhan polisi soal beras oplosan adalah keliru.

Menurutnya, tindakan yang dilakukannnya bukanlah mengoplos.

"Sebenarnya itu bukan mengoplos, tetapi kami menyebutnya

reprocessing artinya beras yang tidak baik boleh dicampur

dengan beras yang baik sebeelum didistribusikan. Jadi menurut

saya tidak ada menyalahi ketentuan karena kami juga melakukan

sesuai SOP (standard operating procedure)," kata Bahktiar di

gudang Bulog, Jalan Sukamto, Palembang, Sumsel, Selasa

(25/7/2017).

Sesuai SOP, Bahktiar menyebut beras itu melalui proses

pembersihan sebelum dicampur dengan beras dengan kualitas lebih

baik. Menurutnya, hal itu sah-sah saja sebelum pada akhirnya

beras disalurkan untuk dikonsumsi.

"Itu kan sudah kita bersihkan dulu, di-blowing terlebih dahulu

baru dicampurkan dengan beras yang baik. Jadi kondisinya sudah

baik saat akan disalurkan ke masyarakat," ujar Bahktiar.

Kasus itu berawal dari pengungkapan tim satuan tugas (satgas)

pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel di salah

satu gudang yang ada di Kabupaten Lahat, Sumsel yang dimulai

sejak 18-22 Juli 2017. Saat itu, tim satgas mengklaim menemukan

39 ton beras bulog raskin tidak layak konsumsi yang dioplos dan

akan didistribusikan pada masyarakat.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan dokumen penyidik juga

menemukan 1.089 ton beras tidak layak konsumsi pengadaan tahun

2016 yang telah dioplos dan sekitar 1.000 ton telah

didistribusikan pada masyarakat. (dhn/dhn)

(sumber : Detik.com )

Tags : Palembang Kabupaten Lahat Sumsel Selasa Masyarakat Bulog Bahktiar Menurutnya

(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/beras-diduga-dioplos-bupati-lahat-wajar.html )

Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap

Komentar