Din Minta Pemerintah Utamakan Dialog

Gambar

Heldania Ultri Lubis - detikNews

Din Minta Pemerintah Utamakan Dialog soal PNS yang Jadi Anggota

HTI Foto: Din Syamsudin. (Muhammad Aminudin-detikcom)

Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin

mengatakan pemerintah tak perlu bersikap represtif dalam

menindak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjadi kader Hizbut

Tahrir Indonesia (HTI). Ia menyarankan agar pemerintah lebih

bijaksana, salah satunya dengan mengadakan dialog.

"Saya kira itu (tekanan kepada PNS) pemikiran dan tindakan yang

tidak bijak. Saya usul agar pemerintah termasuk

pembantu-pembantu Presiden untuk berdialog. Dialog yang

persuasif, yakinkan kita ini negara Pancasila," ujar Din usai

menghadiri acara seminar di Gedung Bank Bukopin, Jalan MT

Haryono, Selasa (24/7/2017).

Din mengaku tidak mendukung segala tindakan represif dan

menurutnya melampaui batas. I mengingatkan bahwa yang dihadapi

pemerintah bukan hanya soal organisasi masyarakat (Ormas) saja,

namun juga pemikiran atau ideologi yang tertanam di dalam ormas

tersebut.

"Jangan lupa ini berhubungan dengan pikiran. Ini berhubungan

dengan ideologi, ideologi pikiran tidak bisa dibunuh. Kalau

dibunuh secara formal bisa, (tapi) mereka akan mencari cara

hidup kembali. Untuk itu penting untuk dialog secara baik,"

ucapnya.

Ia juga mengkritik kondisi bangsa saat ini yang menurutnya

telah meninggalkan Pancasila secara perlahan. Tindakan

meninggalkan Pancasila itu, kata Din, tidak hanya dilakukan

oleh beberapa kelompok saja.

"Bahkan pemerintah maupun rakyat itu meninggalkan Pancasila.

Saya yakin sistem politik yang ada saat ini tidak sesuai dengan

sila keempat Pancasila. Sistem ekonomi yang menimbulkan

kesenjangan ini karena pemerintah tidak mengamalkan konstitusi

dan sila kelima," sebutnya.

Karena itu, Din berpandangan saat ini pemerintah saja sudah

mengabaikan Pancasila. Menurutnya, yang terlebih dahulu harus

ditindak tegas bahkan dibubarkan adalah berbagai hal yang

bertentangan dengan Pancasila itu sendiri.

"Kalau mau dibubarkan, bubarkan sistem kapitalistik yang

bertentangan dengan pasal. Bubarkan demokrasi liberal

bertentangan dengan sila. Jadi betapa banyak yg menyelewengkan

Pancasila ini. Jangan kemudian pakai Pancasila, melihat

seolah-oleh hanya kelompok tertentu yang anti Pancasila,"

ujarnya.

(hld/idh)

(sumber : Detik.com )

Tags : Dialog Pancasila Jangan Kalau

(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/din-minta-pemerintah-utamakan-dialog.html )

Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap

Komentar