Kekhawatiran Gerindra Prabowo Tak Bisa

Gambar

Elza Astari Retaduari - detikNews

Ketum Gerindra

Prabowo Subianto. (Foto: Grandyos Zafna/detikcom).

FOKUS BERITA: 5 Isu Krusial UU Pemilu

Jakarta - DPR telah mengesahkan UU Pilkada meski sejumlah

fraksi memutuskan walk out (WO), salah satunya partai Gerindra.

Di balik penolakan Gerindra terhadap presidential threshold

(PT) atau ambang batas capres, Gerindra punya kekhawatiran soal

sang Ketum, Prabowo Subianto yang akan kesulitan nyapres.

UU Pemilu yang baru saja disahkan di DPR memuat ambang batas

capres 20%-25%. Ini maksudnya adalah 20 persen perolehan kursi

di DPR dan 25% perolehan suara nasional dalam pemilu.

Gerindra bersama sejumlah partai lain, termasuk Partai

Demokrat, bersikukuh agar ambang batas capres dihilangkan atau

0%. Hal tersebut lantaran Gerindra khawatir Prabowo gagal

nyapres kembali karena syarat yang cukup besar itu meski dalam

Pemilu 2014 menggunakan syarat serupa.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menuding pemerintah

menginginkan presidential threshold sebesar 20-25% karena ingin

agar Presiden Joko Widodo tak terhalang pada Pilpres 2019

nanti. Dengan angka tersebut, dia mengatakan hanya akan ada

satu capres di 2019 nanti yakni Jokowi.

Baca juga: Jokowi Blak-blakan: Sebelum Paripurna, PAN Janji

Solid Mendukung

"PT 20% itu memang merupakan setting dari pada Jokowi sendiri.

Kemungkinan calon tunggal akan terjadi," ujar Arief dalam

perbincangan dengan detikcom, Jumat (21/7/2017) malam.

Arief menjelaskan, Gerindra akan kesulitan memenuhi angka 20%

bila ingin mengajukan Prabowo sebagai capres. Untuk saat ini,

partai yang paling mungkin berkoalisi dengan Gerindra

disebutnya hanya PKS. Bila digabungkan untuk perolehan kursi di

DPR, dua partai ini tidak bisa memenuhi batas minimal.

Sementara untuk Partai Demokrat, Arief mengatakan akan cukup

sulit bila diajak berkoalisi dengan Gerindra. Mengingat

dinginnya hubungan Prabowo dan Ketum Partai Demokrat, Susilo

Bambang Yudhoyono (SBY). Lalu untuk PAN, meski ada di koalisi

pemerintah, namun kedekatannya dengan Demokrat tidak

terbantahkan.

"Kadang kan dalam perhelatan pemilihan kepala daerah atau

pilpres, Demokrat nggak mau ikut kita, mungkin karena SBY dan

Pak Prabowo nggak mau nyatu. Pilpres 2014 nggak ke kita," ucap

Arief.

Dia mengkalkulasikan jumlah kursi di DPR. Gerindra baru bisa

mengajukan capres bila dia berkoalisi bersama PKS dan PAN.

Untuk Demokrat, Arief tampaknya pesimis mereka bisa berkoalisi.

"Kalau kita cuma sama PKS, kalau 20% nggak cukup, kalau

ditambah sama PAN kita cukup. PKS nggak sampe 7%, hanya 5,5%

kalau nggak salah. Gerindra 12%. PAN 7%, Demokrat 10%, nggak

cukup juga itu kalau Demokrat dan PAN berdua aja. Kalau

berempat berarti cukup tapi belum tentu sama platform-nya,"

terang dia.

Baca juga: Meski WO, Gerindra Anggap Paripurna UU Pemilu

'Malam Kemenangan'

Gerindra pun menyebut ngototnya pemerintah dengan angka 20-25%

untuk ambang batas capres karena memang Jokowi tak mau ada

lawannya. Apalagi bila Jokowi harus bertemu kembali dengan

Prabowo seperti di Pilpres 2014 lalu.

"PT didorong untuk melahirkan calon tunggal. Saya pesimis di MK

ada rakyat yang menggunggat UU Pemilu. Parpol kan tidak boleh

menggugat karena ada perwakilan di sana (DPR). Saya nggak yakin

akan diterima kalau rakyat mau gugat," sebut Arief.

Menurutnya, Pemilu 2019 akan menjadi pertarungan politik yang

panas. Menuding pemerintah hanya ingin menghadirkan calon

tunggal yakni Jokowi, Arief pun ingin mengkampanyekan untuk

pemboikotan terhadap Pemilu.

Baca juga: Gerindra cs Walk Out Paripurna RUU Pemilu,

'Fraksi Balkon' Riuh

"Harus dikampanyekan boikot pemilu. PT 20% merusak demokrasi.

Rawan dengan mahar politik, nggak ada makan siang gratis, sama

seperti Pilkada, apalagi pilpres," tukasnya.

Seperti diketahui, UU Pemilu sah diundangkan hanya dengan

kehadiran 6 fraksi saat sidang paripurna kemarin. Hanya

fraksi-fraksi pendukung pemerintah yang mengambil keputusan UU

Pemilu itu yakni PDIP, Golkar, PKB, PPP, NasDem, dan Hanura.

PAN meski masuk dalam koalisi, memutuskan walk out dengan

Gerindra, PKS, dan Demokrat. (elz/tor)

FOKUS BERITA: 5 Isu Krusial UU Pemilu

(sumber : Detik.com )

Tags : Ketum Gerindra Prabowo Pemilu Partai Demokrat Pilpres Jokowi Paripurna

(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/kekhawatiran-gerindra-prabowo-tak-bisa.html )

Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap

Komentar