KPK Sudah Analisis yang Akan Terjadi

Gambar

Dhani Irawan - detikNews

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Lamhot

Aritonang/detikcom)

Jakarta - KPK ternyata telah memperhitungkan apa yang akan

terjadi sebelum mengumumkan Setya Novanto sebagai tersangka.

Analisis itu dilakukan KPK terhadap apa yang akan terjadi

hingga beberapa bulan ke depan.

"Ini kan secara keseluruhan perjalanan proses pembangunan

peradaban hukum di negara kita di mana 'hukum aksi reaksi'.

Alamiah. It's part of the life. Jadi kalau ada aksi penindakan

KPK kemudian ada reaksi dalam bentuk proses yang mengacu pada

hukum yang kita miliki. Itu memang bagian dari proses penegakan

dan pembangunan hukum," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang

ketika berbincang, Selasa (18/7/2017).

"Tapi kalau reaksi di luar hukum ya beda lagi itu

disertasinya," sambung Saut tanpa menjelaskan reaksi apa yang

di luar hukum tersebut.

Meski demikian, Saut menyebut KPK sudah pasti siap dengan

segala kemungkinan yang terjadi setelah penetapan tersangka

itu. Bahkan, Saut menyebut KPK telah melakukan analisis untuk

mengantisipasi apapun hingga beberapa bulan ke depan.

"Harus siap dan memang sudah kita analisis apa yang akan

terjadi sampai beberapa bulan ke depan. (Analisisnya) sejak

beberapa bulan yang lalu," ujar Saut.

Sementara itu, Partai Golkar menepis anggapan terkait akan

adanya serangan balik ke KPK usai Novanto jadi tersangka kasus

e-KTP. Golkar berpendapat prinsip bernegara tidak boleh

didasarkan pada paradigma perlawanan.

"Nggak, saya kira begini, jadi itu yang saya katakan begini,

satu harus yang harus dalam prinsip dalam Partai Golkar, adalah

kita harus melihat masalah dengan positive thinking, jadi

husnuzon, kemudian kita juga minta lembaga negara,

lembaga-lembaga ini agar saling percaya," kata Sekjen Partai

Golkar Idrus Marham di kediaman Novanto di Jalan Wijaya,

Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (18/7/2017).

"Kita juga minta kepada lembaga-lembaga negara melakukan

komunikasi tidak didasarkan pada paradigma perlawanan, tidak

didasarkan pada paradigma perang," imbuhnya.

Selain itu, Idrus berharap pansus angket KPK tetap berjalan

sesuai koridor yang ada. Dia pun menegaskan jangan sampai ada

anggapan KPK akan dibubarkan karena terjadi sesuatu. Idrus

menyebut pemikiran itu keliru.

"Langkah-langkah pansus angket tetap sesuai mekanisme dan

aturan dan satu hal Partai Golkar, KPK lahir dalam reformasi

dan siapapun yang berpikir apapun yang dihadapi tidak boleh

berpikir bahwa dengan begini KPK dibubarkan. Saya kira itu

pemikiran yang tidak hanya keliru tetapi sudah bertentangan

dengan semangat dan ruh, jiwa reformasi yang ada," tegasnya.

Namun sebenarnya sejak sebelum nama-nama politikus tercantum

dalam surat dakwaan Irman dan Sugiharto, Ketua KPK Agus

Rahardjo sudah mewanti-wanti. Agus sempat menyampaikan

kekhawatirannya. Dia menyebut surat dakwaan itu bisa saja

membuat suatu guncangan politik di negeri ini.

"Anda dengarkan kemudian Anda akan melihat ya mudah-mudahan

tidak ada guncangan politik yang besar, karena namanya yang

disebutkan banyak sekali," ucap Agus pada 3 Maret lalu.

(dhn/tor)

(sumber : Detik.com )

Tags : Wakil Ketua Situmorang Jakarta Novanto Selasa Partai Golkar Idrus

(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/kpk-sudah-analisis-yang-akan-terjadi.html )

Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap

Komentar