Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Foto: Noval/detikcom
Jakarta - Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah menjadi salah
satu opsi wacana pemindahan ibu kota negara Indonesia.
Masyarakat Palangka Raya hanya berjumlah sekitar 2,5 juta
penduduk hidup rukun dalam damai dengan berbagai suku, agama,
dan ras yang ada.
"Luas untuk Palangka Raya ini sekitar 2.400 kilometer persegi,
jadi 200 ribu lebih kalau dalam hektar. 2,5 atau 6an juta
penduduk, kepadatan perjiwanya per kilometer cuma 17 saja,"
ujar Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, kepada
detikcom, Selasa (11/7) lalu.
Foto: Noval/detikcom
Masyarakat Kalimantan Tengah sangat menjunjung tinggi
keberagaman dan peredaaan antar sesama. Hal ini sesuai dengan
filosofi rumah adat suku Dayak bernama rumah Betang, di mana
berbagai suku dan agama hidup satu atap dalam rumah tersebut.
"Orang Dayak Kalimantan Tegah ini kan itu ramah sekali, coba
bayangkan, saya dulu kan saya pernah hidup di pedalaman sekali.
Saya kan orang Dayak, pernah hidup di pedalaman, di pedalaman
itu ketika orang panen raya, apapun semuanya itu tidak akan
pernah beli beras, sayur mayur itu semua diantar ke rumah,"
katanya.
Foto: Noval/detikcom
"Dulu rumah kita juga tidak pernah menyewa, mengontrak, yang
namanya kos itu nggak pernah, justru diberikan saja itu
rumahnya yang penting dirawat itu saking baiknya orang Dayak.
Yang penting mereka selalu mengatakan di mana bumi dipijak di
situ langit dijunjung. Manusia hidup itu harus punya adat,"
tambahnya.
Masyarakat di Kota Palangka Raya juga sangat menggantungkan
hidupnya di Sungai Kahayan yang mengaliri pusat Kota Palangka
Raya. Selain menjadi nadi perekonomian, Sungai Kahayan juga
menjadi tempat wisata untuk masyarakat setempat.
"Kalau di Kalimantan Tengah ini kan masysarakat tergantung
dengan sungai, jadi rata-rata memerlukan sungai. Menangkap ikan
di sungai untuk dimakan, iya kalau ada lebihnya dijual,
biasanya kalau sekarang orang pakai alat, pakai mesin jadi
ikannya agak kurang," ujar salah seorang warga pemilik kapal,
Suharyono.
Beberapa masyarakat juga mendirikan rumah terapung di pinggiran
Sungai Kahayan. Di rumah tersebut juga mereka membuat sebuah
keramba untuk membudidayakan ikan sungai seperti ikan mas,
nila, dan patin. Mereka selalu menjaga kebersihan dan
kelestarian Sungai Kahayan meski hidup di pinggiran sungainya.
Foto: Noval/detikcom
"Ini ranting terapung kalau orang sini bilang (rumah apung yang
bergabung dengan keramba untuk budidaya ikan). Sungai ini kami
jaga karena kami tergantung denganya, kalau ada sampah-sampah
yang muncul diangkut, jangan sampai ada yang mencolok di
sungai," ujar salah seorang warga pemilik keramba, Aan.
"Tapi memang banyak juga seperti perusahaan yang membuang
limbah-limbah," tambahnya. (nvl/wdl)
(sumber : Detik.com )
Tags : Noval Palangka Kalimantan Tengah Masyarakat Dayak Sungai Kahayan
(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/menyapa-masyarakat-palangka-raya-calon.html )
Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap
Komentar
Posting Komentar