Elza Astari Retaduari - detikNews
Ahmad
Doli Kurnia. (Foto: Natharina Riris Michico/detikcom).
FOKUS BERITA: Setya Novanto Tersangka e-KTP
Jakarta - Rapat Pleno DPP Golkar memutuskan Setya Novanto tetap
menjabat sebagai ketua umum partai berlambang pohon beringin
itu. Keputusan tersebut dianggap sebagai bentuk keegoisan
mengingat status tersangka Novanto dianggap bisa merugikan
partai.
"Keputusan Rapat Pleno DPP serta dukungan dari Ketua Dewan
Pembina dan Ketua Dewan Pakar itu adalah sikap yang
mengedepankan kepentingan yang sangat bersifat pribadi,
kelompok," ungkap Kader Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia
dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/7/2017).
Doli menyoroti dukungan Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal
Bakrie dan Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono terhadap
Novanto. Menurutnya DPP tidak memikirkan mengenai kepentingan
dan masa depan Golkar mana kala memutuskan Novanto tetap
sebagai ketum.
"Dukungan itu seakan menutup mata dan telinga terhadap realitas
dan pandangan rakyat terhadap kasus mega-skandal korupsi e-KTP
saat ini," kata Doli.
Baca juga: Yorrys: Tak Ada Plt, Novanto Masih Ketua Umum
Golkar
"Keputusan itu juga dapat memunculkan persepsi pada publik
bahwa Partai Golkar merupakan 'Rumah yang Nyaman' bagi para
orang yang tersangkut masalah hukum dan korupsi," lanjutnya.
Keputusan DPP mempertahankan Novanto sebagai Ketum Golkar
dinilai Doli juga dapat mengindikasikan sebagai bentuk
perlawanan terhadap pemberantasan korupsi. Itu juga dianggapnya
sebagai perlawanan Golkar terhadap KPK yang dilakukan secara
kolektif serta melibatkan unsur partai dan DPR secara
institusi.
"Sangat tidak menutup kemungkinan kedua institusi itu kembali
'diperalat' untuk melindungi kepentingan individu yang
tersangkut masalah korupsi dan disandera untuk berhadap-hadapan
dengan institusi KPK," tutur Doli.
Akibat masalah Novanto ini, dia menyebut kepercayaan publik
terhadap Golkar berkurang. Tingkat elektabilitas Golkar yang
menurun drastis pun menurut Doli juga disebabkan karena masalah
Novanto.
"Salah satu penyebabnya adalah karena 'tersanderanya' Partai
Golkar dengan kasus mega-skandal korupsi e-KTP yang diduga kuat
melibatkan Setya Novanto yang saat ini menjabat sebagai Ketua
Umum DPP Partai Golkar," urainya.
Baca juga: Novanto Tersangka, Tifatul Sembiring: Ini
Mencoreng DPR
"Begitu juga institusi DPR yang menurut survei Transparansi
Internasional Indonesia sebagai lembaga terkorup di Indonesia,"
tambah Doli.
Oleh karena itu, Doli meminta kelegawaan Novanto untuk gentle
mengundurkan diri sebagai ketua umum Golar. Juga mundur dari
kursi ketua DPR. Novanto menolak mundur dari dua jabatan itu.
"Agar kedua institusi tersebut dapat bebas dan tidak
terbawa-bawa oleh masalah dan kepentingan pribadi Setya
Novanto, khususnya dalam menghadapi sangkaan keterlibatannya
dalam kasus mega-skandal korupsi e-KTP," imbaunya.
Doli pun mengajak semua elemen Partai Golkar mulai dari
sesepuh, pini sepuh, senior, tokoh, pimpinan DPP, DPD, dan
kader di seluruh Indonesia untuk sama-sama melakukan
penyelamatan partai. Doli menyatakan caranya dengan segera
melakukan persiapan menuju Munas Luar Biasa guna (munaslub)
memilih Ketua Umum DPP Partai Golkar yang baru.
"Demi Partai Golkar yang bersih, berwibawa, dan dicintai oleh
rakyat. Upaya pergantian kepemimpinan Partai Golkar ini juga
adalah bagian dari dukungan dan kerja konkret dalam upaya
mendukung kerja-kerja pemerintahan Jokowi-JK," tegas Doli.
Baca juga: Menolak Mundur, Novanto Dianggap Membebani
Jokowi-JK
"Juga sekaligus proses kampanye pemenangan Bapak Jokowi yang
sudah ditetapkan sebagai Calon Presiden RI pada Pilpres 2019,"
sambungnya.
Kader muda Partai Golkar menurut Doli khawatir masalah Novanto
akan mengganggu citra pemerintahan Presiden Joko Widodo dan
Wapres Jusuf Kalla. Bila Novanto tak mundur, hal tersebut
dinilainya bisa mempengaruhi proses pemenangan Jokowi di
Pilpres 2019.
"Kami melakukan ini semua, karena kami merasa Partai Golkar
adalah rumah kami, yang harus juga bisa menjadi rumahnya rakyat
Indonesia, yang tentu harus sama-sama dijaga, dibersihkan, dan
dimajukan untuk menjadi bagian perjuangan dalam meraih
cita-cita bangsa dan negara," tutup Doli. (elz/imk)
FOKUS BERITA: Setya Novanto Tersangka e-KTP
(sumber : Detik.com )
Tags : Setya Novanto Tersangka Golkar Keputusan Ketua Dewan Partai Indonesia Jokowi
(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/novanto-menolak-mundur-kader-muda-sebut.html )
Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap
Komentar
Posting Komentar