Foto: Rilis survei antikorupsi 2017. (Denita
Matondang/detikcom).
Jakarta - Lembaga survei Polling Centre, bekerja sama dengan
Indonesia Corruption Watch (ICW), melakukan survei antikorupsi
2017. Rekrutmen Calon PNS (CPNS) dan kepolisian menjadi sektor
terkorup di Indonesia.
"Rekrutmen CPNS dan kepolisian merupakan sektor terkorup
menurut masyarakat," ungkap peneliti Polling Centre, Henny
Susilowati saat memaparkan hasil survei di Hotel Sari Pan
Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/7/2017).
Survei dilakukan pada periode April dan Mei 2017 di 34
provinsi. Responden dipilih dengan metode multistage random
sampling dengan probality probability to size (PPS). Margin of
error survei sebesar +- 2,1 persen pada tingkat kepercayaan 95
persen.
Survei pun didistribusikan ke 51% warga urban (perkotaan) dan
49% warga rural (pedesaan). Menurut Henny, survei pada sektor
ini menggunakan indikator permintaan uang dari pihak tertentu
kepada masyarakat terkait dengan pelayanan dalam sektor yang
disurvei.
"Berdasarkan hasil survei, sektor mendaftar kerja jadi PNS
dinilai sebagai sektor terkorup karena 56% masyarakat
menyatakan bahwa mereka pernah diminta uang secara ilegal
ketika menggunakan jasa atau interaksi dalam sektor ini," papar
Henny.
Baca juga: Polling: 58% Masyarakat Puas Kinerja KPK
Hasil survei juga menunjukkan 50 persen masyarakat yang pernah
berhubungan dengan kepolisan (13 persen dari total responden)
menyatakan pernah diminta uang atau hadiah secara tidak resmi.
Ada praktik pemerasan dalam hal ini.
Ada pun urutan level korupsi tinggi berdasarkan sektor adalah
sebagai berikut:
Mendaftar kerja jadi PNS: 56%
Polisi: 50%
Pengadaan barang dan jasa untuk pemerintah: 48%
Pengadilan: 45%
Implementasi anggaran oleh pemerintah: 44%
Universitas: 27%
Perawatan kesehatan masyarakat: 27%
Mengurus Kelengkapan administrasi publik: 25%
Berhubungan dengan pihak administrasi dan guru: 23%
Menurut Henny, adalah wajar ketika rekrutmen PNS yang menjadi
sektor tertinggi level korupsinya. Hal tersebut karena sektor
ini merupakan yang paling banyak berhubungan dengan masyarakat.
Baca juga: Survei Kepercayaan Publik: KPK-Presiden
Tertinggi, DPR Terendah
"Serta warisan persepsi korupsi dalam setiap proses rekrutmen
CPNS tahun sebelumnya. Warisan persepsi ini diduga
berkontribusi terhadap persepsi buruk terhadap sektor rekrutmen
CPNS," ujar Henny.
Padahal saat ini sudah ada perbaikan sistem rekrutmen seperti
pengunaan CAT (Computer Assisted Test) dalam satu tahapan
rekrutmen CPNS. Henny menyebut seharusnya pemerintah bisa
banyak melakukan perbaikan dalam perekrutan CPNS, termasuk
sosialiasinya.
Masih terkait dengan sektor yang memiliki level korupsi tinggi.
Survei ini meneliti soal pemerasan yang paling umum dilakukan
di kepolisian dan aplikasi PNS. Hasilnya adalah sebagai
berikut:
- Pernah Berhubungan dengan lembaga
Layanan dokumen administratif: 52%
Pelayanan perawatan kesehatan: 43%
Berhubungan dengan pihak administrasi dan guru: 30%
Polisi: 13%
Mendaftar kerja jadi PNS: 11%
Universitas umum: 9%
Pengadilan: 6%
- Pernah Diperas
Layanan dokumen administratif: 25%
Pelayanan perawatan kesehatan: 6%
Berhubungan dengan pihak administrasi dan guru: 15%
Polisi: 41%
Mendaftar kerja jadi PNS: 29%
Universitas umum: 23%
Pengadilan: 32%
Baca juga: Polling Center: Korupsi Meningkat, Pemerintah
Serius Memberantas
Peneliti ICW, Febri Hendri menilai sistem CAY pada rekrutmen
CPNS sebenarnya sudah baik. Hanya saja informasi soal CAY
disebutnya belum banyak sampai ke masyarakat. Dia juga
mengomentari soal kinerja kepolisian.
"Kepolisian, tim siber penindakan banyak. Lebih banyak di luar,
kalau penindakan di dalam (internal) mungkin persepsi menurut
saya perubahannya yang belum sampai ke masyarakat," terang
Febri dalam kesempatan yang sama. (elz/erd)
(sumber : Detik.com )
Tags : Denita Matondang Jakarta Polling Centre Indonesia Rekrutmen Henny Survei Menurut Mendaftar Polisi Pengadilan Universitas Berhubungan Pernah Layanan Pelayanan Febri
(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/polling-polisi-dan-rekrutmen-cpns.html )
Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap
Komentar
Posting Komentar