Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Idrus Marham (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengaku telah
berkomunikasi dengan ketua dewan pembina Golkar Aburizal Bakrie
(Ical) menyusul ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka
e-KTP. Idrus juga meminta Ical agar meluangkan waktu untuk
melaporkan hasil rapat pleno yang akan digelar hari ini.
"Tadi saya baru tandatangan surat dengan Novanto sebagai ketum
tentu. Meminta kepada seluruh dewan dan saya sudah bicara
dengan pak Ical, besok malam kita akan diterima setelah siang
harinya kita melakukan rapat pleno dan tentu hasil rapat pleno
itu kita sampaikan dan konsultasikan," ujar Idrus di kediaman
Novanto di Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (17/7/2017)
malam.
Idrus juga akan berkomunikasi dengan ketua dewan kehormatan
Partai Golkar BJ Habibie dan ketua dewan pakar Agung Laksono.
Komunikasi dilakukan dalam rangka menguatkan soliditas internal
partai pasca Novanto jadi tersangka.
"Kepada Pak Habibie sebagai ketua dewan kehormatan dan Pak
Agung sebagai ketua dewan pakar, semuanya punya keyakinan bahwa
kami punya keyakinan bahwa keseluruhan dewan itu bersama-sama
menjaga keutuhan partai, menjaga soliditas partai dan bagaana
Partai Golkar ini tidak hanya eksis tapi juga survive dalam
rangka momentum politik ke depan," tuturnya.
Sementara itu, Golkar saat ini tengah menunggu surat resmi
terkait penetapan tersangka Novanto dari KPK. Golkar kemudian
akan mempelajari dan akan mengambil langkah-langkah hukum yang
diperlukan.
"Penetapan Setya Novanto tersangka maka mau tidak mau surat
keputusan tersangka itu harus kita lihat, harus kita pelajari,"
ujarnya. (knv/rna)
(sumber : Detik.com )
(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/setya-novanto-jadi-tersangka-sekjen.html )
Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap
Komentar
Posting Komentar