Febri
Diansyah (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - KPK terus mencari keberadaan narasumber Kepala
Bakamla, Ali Fahmi. Beberapa kali, Ali Fahmi juga mangkir dalam
sidang proyek pengadaan satelite monitoring di Badan Keamanan
Laut dengan terdakwa eks Deputi Bidang Informasi Hukum dan
Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi.
"Ali adalah saksi yang pernah diperiksa namun kemarin enggak
bisa hadir di persidangan, makanya kita lakukan pencarian. Kami
masih lakukan pencarian, berdasarkan catatan imigrasi belum ada
lintasan ke Luar Negeri," kata Febri kepada wartawan di Gedung
KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Rabu (19/7/2017).
Meski begitu, menurut Febri, saat ini KPK sudah pencegahan
terhadap dua saksi dalam proyek pengadaan satelite monitoring
di Badan Keamanan Laut yakni anggota Komisi I DPR Fayakhun
Andriadi dan Managing Director PT Rohde and Schwarz Erwin Arif.
Selain itu, KPK juga sedang menelusuri pihak lain dalam proses
pembahasan anggaran proyek tersebut.
"Untuk pencegahan di kasus Bakamla sudah kita lakukan terhadap
dua orang, selain NH KPK juga sedang menelusuri aspek lain
yaitu aspek pembahasan anggaran tentu kita akan mendalami itu
terlebih dahulu," kata Febri.
Dalam kasus ini, Ali Fahmi menawari PT MTI mengikuti tender
pengadaan satelit monitoring di Bakamla senilai Rp 400 miliar.
Ali Fahmi selaku narasumber Kepala Bakamla pada Maret 2016.
Pada pertemuan lanjutan yang dihadiri Hardy, Adami, Fahmi
Darmawansyah, dan Ali Fahmi. Ali Fahmi menyampaikan permintaan
fee 6 persen terkait proyek tersebut. Fahmi Darmawansyah
menyanggupi dan uang Rp 24 miliar diserahkan kepada Ali Fahmi
melalui Hardy dan Adami pada 1 Juli 2016.
Suap dari Fahmi untuk para pejabat Bakamla diberikan melalui
anak buahnya, Adami Okta dan Hardy Stevanus. Mereka yang
mendapatkan uang di antaranya Deputi Bidang Informasi Hukum dan
Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi sebesar SGD 100 ribu, USD
88.500, dan 10 ribu euro, Direktur Data dan Informasi pada
Deputi Bidang Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla Bambang
Udoyo SGD 105 ribu.
Kemudian Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel
Hasan sebesar SGD 104.500 dan Kepala Subbagian Tata Usaha
Sestama Bakamla Tri Nanda Wicaksono sebesar Rp 120 juta.
(fai/rvk)
(sumber : Detik.com )
Tags : Febri Jakarta Kepala Bakamla Fahmi Badan Keamanan Deputi Bidang Informasi Hukum Kerja Susilo Hardy Darmawansyah
(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/tak-hadir-di-persidangan-bakamla-ali.html )
Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap
Komentar
Posting Komentar