Basuki
Hariman (agung/detikcom)
Jakarta - Terdakwa penyuap Patrialis Akbar, Basuki Hariman,
mengakui beberapa kali bertemu dengan mantan hakim konstitusi
itu di sejumlah tempat. Sedikitnya pertemuan tersebut digelar
sebanyak 5 kali.
"Berapa kali saudara bertemu dengan Pak Patrialis?" tanya
majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta,
Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017).
"Mungkin sekitar 5 kali," jawab Basuki dalam sidang dengan
agenda pemeriksaan terdakwa.
Basuki menyebut meski telah 5 kali bertemu, namun belum sekali
pun menghubungi Patrialis melalui sambungan telepon. Basuki
mengaku hanya berkomunikasi lewat telepon dengan rekan
Patrialis, Kamaludin.
"Saya tidak pernah (teleponan) dengan Pak Patrialis. Kalau
Kamaludin sering, saya bertanya kapan pengumumannya," ujar
Basuki.
Ditanya hakim apakah Patrialis dan Kamaludin pernah menawarkan
untuk membantu pengurusan perkara gugatan uji materi UU
Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK, Basuki menjawab tidak
ada.
"Tidak. Begini Yang Mulia, saya hanya bertanya kapan
pengumumannya, sama sekali saya tidak mempengaruhi. Saya hanya
bertanya kapan pengumumannya, itu saja," tutur Basuki.
Basuki bercerita pertama kali bertemu Patrialis difasilitasi
oleh Kamaludin. Sebelum pertama itu, Basuki yang merupakan
pengusaha impor daging menceritakan adanya gugatan di MK
terkait bisnisnya.
"Pak Kamaludian berkata sama saya, 'saya punya kenalan hakim di
MK, mau nggak saya kenalin?', dari situ lah Pak Kamaludin
memperkenalkan pertama kali, berkenalan dengan Pak Patrialis,"
ungkap Basuki.
Basuki Hariman bersama dengan stafnya, Ng Fenny, didakwa
memberi USD 70.000 dan Rp 4 juta kepada Patrialis. Disebutkan
juga keduanya menjanjikan Rp 2 miliar untuk Patrialis.
(rna/asp)
(sumber : Detik.com )
(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/terdakwa-basuki-akui-5-kali-bertemu.html )
Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap
Komentar
Posting Komentar