Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Foto: Noval/detikcom
Palangka Raya - Proklamator dan Presiden RI pertama Ir Sukarno
telah mewacanakan Kota Palangka Raya sebagai ibu kota negara
sejak lama. Sukarno mendarat pertama kali di Kota Palangka Raya
pada 1957, dan langsung menancapkan tiang pancang sebagai
simbol awal pembangunan Palangka Raya.
Foto: Noval/detikcom
"Kota Palangka Raya kan sudah didesain oleh Bapak Sukarno,
sehingga dipancanglah tiang dekat pinggir sungai itu untuk jadi
ibu kota. Tepatnya di depan Gedung DPRD ini," ujar Gubernur
Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, kepada detikcom, Selasa
(11/7) lalu.
Tiang simbol pembangunan Palangka Raya itu kini diabadikan
menjadi sebuah monumen bernama Tugu Sukarno. Tak jauh dari tugu
tersebut terdapat Istana Isen Mulang dan bundaran besar yang
juga didesain oleh Sukarno.
"Termasuk bundaran besar dan istana ini juga didesain oleh
beliau juga. Memang didesain dari 1957 oleh beliau sendiri,"
kata Sugianto.
Foto: Noval/detikcom
Sukarno hadir di Palangka Raya kala itu atas undangan gubernur
pertama Kalimantan Tengah, Tjilik Riwut. Sukarno datang
meresmikan Kalimantan Tengah yang telah melepaskan diri dari
Provinsi Kalimantan Selatan.
"Ayah saya itu minta dia (Sukarno) datang ke sini, pakai kapal
mereka itu dulu datang terus itu di tugu di muka kantor
gubernur itu dia meletakkan tiang, ditancapkan," ujar Emiliana
Enon Heryani, putri sulung gubernur pertama Kalimantan Tengah,
Tjilik Riwut, kepada detikcom, Selasa (11/7) lalu.
Sukarno hadir di Palangka Raya setelah menempuh perjalanan air
menggunakan kapal. Sukarno mendarat di salah satu pinggiran
Sungai Kahayan yang kala itu dialiri air yang sangat jernih.
Foto: Istana Isen Mulang. Noval/detikcom
"Dulu kan sungai Kahayan ini sangat bersih dan jernih sekali.
Bahkan Pak Sukarno minta di bantaran ini jangan didirikan
rumah-rumah. Mungkin beliau membayangkan, sekaranglah mungkin,
seperti negara-negara maju, di pinggir sungai ini diperuntukkan
bagi pariwisata, kampung-kampungnya, semua di situ ada. Tapi
yang terjadi sekarang, karena bertambahnya masyarakat,
kebutuhan ekonomi meningkat, jadilah bantaran Sungai Kahayan
ini jadi kegiatan masyarakat," jelas Sugianto.
Tugu Sukarno ini hanya berjarak 50 meter dari bibir Sungai
Kahayan. Di lokasi tersebut juga dibangun sebuah dermaga
bernama Dermaga Tugu Sukarno. Dari bibir sungai, Tugu Sukarno
berbaris lurus dengan bangunan Kantor DPRD Provinsi Kalimantan
Tengah, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Istana Isen
Mulang, dan bundaran besar yang menjadi simbol kota Palangka
Raya. Dari bundaran besar terdapat jalan penghubung ke berbagai
wilayah di Kalimantan Tengah. Sukarno pernah bermimpi membangun
Kalimantan Tengah dengan konsep jaring laba-laba.
Foto: Noval/detikcom
Di Tugu Sukarno terdapat tiang pancang yang dibangun untuk
mengenang tiang yang ditancapkan Soekarno. Di tiang tersebut
terdapat prasasti bertuliskan; 17 Juli 1957 Pemantjangan Tiang
Pertama Kota Palangka Raya Ibu Kota Propinsi Kalimantan Tengah
Oleh P.M.J Presiden RI Dr. Ir. Soekarno. Tak jauh dari tiang
tersebut berdiri dengan kokoh patung Sukarno sedang menunjuk ke
arah tiang. Patung tersebut baru diresmikan oleh Menpora Imam
Nahrawi dan gubernur Kalteng pada 2016 lalu. (nvl/wdl)
(sumber : Detik.com )
Tags : Noval Palangka Sukarno Kalimantan Tengah Sugianto Istana Mulang Sungai Kahayan
(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2017/07/tugu-sukarno-tiang-pancang-pembangunan.html )
Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap
Komentar
Posting Komentar