Pameran lukisan wayang di Museu do

Gambar




Dalam pameran ini, Sasya mempersembahkan lukisan yang berjudul The Last Supper (Perjamuan Terakhir) dengan menggunakan tokoh wayang sebagai objek lukisan, berbeda dari lukisan The Last Supper karya Leonardo da Vinci.



Sasya, yang mengenal dunia seni rupa di Vrije Academie Rotterdam Belanda, menjadikan wayang dan batik sebagai sumber inspirasi utama karyanya. Melalui karya lukis, ia ingin memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada dunia.

Pameran ini menampilkan hasil karya mengenai perjalanan hidup Sasya Tranggono sebagai seorang wanita, khususnya ketika masih anak dan ketika menjadi seorang ibu. Sasya Tranggono juga bercerita tentang arti penting dalam sebuah proses, yang tergambar pada lukisan kupu-kupu.



Direktur Museu do Oriente, João Amorim mengatakan pameran tunggal ini digelar di Portugal untuk pertama dengan menghadirkan pelukis Indonesia. Menurut dia, tema wayang dan batik merupakan hal yang menarik bagi publik Portugal.

Museu do Oriente adalah museum terbesar menampilkan budaya Asia di Portugal. Khusus Indonesia, Museu do Oriente memiliki beberapa koleksi wayang, topeng Bali, dan beberapa kain tradisional Indonesia yang mengisi ruang pameran di Museu do Oriente.

Pameran lukisan dibuka Dubes RI Lisabon, Ibnu Wahyutomo, dengan pertunjukan tari Rama Sinta, tari kreasi yang memadukan unsur budaya Jawa dan Bali yang dikemas dinamis melalui pengembangan gerak tradisi.



 

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tags : Sasya Supper Indonesia Pameran Tranggono Museu Oriente Portugal

(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2019/10/pameran-lukisan-wayang-di-museu-do.html )

Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap

Komentar