Garin Nugroho butuh tujuh tahun

Garin Nugroho butuh tujuh tahun wujudkan pentas "Planet Sebuah Lament"






Pementasan "Planet Sebuah Lament" menggabungkan teater, film, dance, dan lagu ini mengusung perpaduan budaya dari Indonesia Timur (Melanesia) yang begitu kaya dengan kekayaan tari dan lagu serta tema lingkungan.

Garin Nugroho mengambil referensi tablo jalan salib yang ada di Larantuka, Flores Timur. Tiap babak dinarasikan melalui paduan suara dan lagu-lagu ratapan pada transisinya.



"Idenya menemukan sebuah cerita sederhana tapi membawa simbol tentang kehidupan," ujarnya.

Menurut dia, lagu-lagu ratapan yang dimasukkan dalam pementasan ini terbilang sangat langka. Selain itu, tidak mudah untuk mencari referensi mengenai lagu-lagu tersebut.

"Kalau anda lihat tadi ada berbagai pilihan lagu dari wolayah Papua dan NTT. Lagu ini langka bukan diatonis yang diangkat di dunia musik kita," kata dia.

Pementasan "Planet Sebuah Lament" akan ditampilkan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, pada tanggal 17-18 Januari 2020.

Pementasan di Jakarta ini merupakan pertunjukan perdana dunia (world premiere) dan menjadi karya pembuka dalam ASIA TOPA (Asia-Pacific Triennial of Performing Arts) pada Februari 2020 mendatang di Melbourne, Australia.

Karya terbaru yang merupakan hasil tim kerja dari berbagai negara yang disusun oleh Arts Centre Melbourne untuk Asia TOPA 2020 ini juga dijadwalkan akan dipentaskan di Dusseldorf, Jerman dan Amsterdam, Belanda.

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tags : Pementasan Planet Sebuah Lament Timur Jakarta Melbourne

(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2020/01/garin-nugroho-butuh-tujuh-tahun.html )

Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap

Komentar