
"Tahun depan Insyaallah kita tidak perlu lagi berlama-lama sampai di Seko. Jembatan akan kita selesaikan, pengaspalan kita akan selesaikan, bahkan saya sudah minta ibu bupati untuk menyelesaikan pengaspalan dalam Kota Seko juga," kata Nurdin dalam sambutannya di hadapan masyarakat yang berkumpul di Lapangan Pongholoi, Seko, Selasa (31/12/2019). Nurdin turut mengajak artis ibu kota Ikke Nurjanah untuk merayakan malam pergantian tahun bersama warga Seko.
Pembangunan jalur menuju wilayah Seko memang menjadi salah satu program prioritas Nurdin di 2019. Jalanan ke Seko dibangun dengan menggunakan dana APBN, APBD Sulsel dan APBD Luwu Utara.
Sebelum jalur ke Seko saat ini dapat dinikmati fungsional, Kecamatan Seko dulunya dikenal sebagai wilayah paling terisolasi di Sulsel. Pasalnya, warga yang hendak menuju Kota Masamba, Ibu Kota Luwu Utara harus melalui jalanan yang sangat berlumpur dan lubang trowongan.
Kondisi jalanan bisa lebih parah jika musim hujan tiba. Akibatnya butuh waktu berhari-hari bagi warga untuk tiba di Masamba. Hal ini karena mereka harus menginap hingga 2 malam di jalanan dengan membuat pondokan darurat.
Tak cuma jalanan tidak layak yang hanya dapat dilalui motor trail, warga juga harus merogoh kocek hingga Rp 1,8 juta untuk membayar ojek. Kini jalur menuju Seko sudah dapat dilalui kendaraan roda 4 yang sebagian jalanannya sudah diaspal dan bagian lainnya masih tahap pengerasan.
"Saya tadi pagi dari rumah jabatan Wali Kota Palopo menyetir sendiri menuju Seko. Ini sesuatu yang rasanya mimpi tapi menjadi kenyataan (ke Seko sudah lebih cepat jarak tempuhnya)," kata Nurdin.
(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2020/01/rayakan-tahun-baru-di-seko-gubernur.html )
Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap
Komentar
Posting Komentar