Reasuransi MAIPARK gandeng peneliti

Reasuransi MAIPARK gandeng peneliti petakan risiko bencana alam




Menurut dia, upaya itu dilakukan melalui Jaringan Penelitian MAIPARK (MRN) yang diresmikan awal tahun ini dengan mengintensifkan kajian risiko bencana alam seperti gempa bumi Jakarta akibat Sesar Baribis.



Kemudian kajian risiko tsunami megathrust di selatan Pulau Jawa, risiko letusan 35 gunungapi di Jawa dan kajian risiko banjir kawasan industri Karawang-Bekasi.

Indonesia merupakan salah satu negara yang kerap dilanda bencana alam dengan dampak katastropik yang besar.

MAIPARK mencatat tahun 2018 terjadi tiga bencana besar yang memukul industri asuransi umum Indonesia, yakni gempa di Lombok, gempa dan tsunami di Palu-Donggala dan tsunami di Selat Sunda.



Perusahaan yang berdiri tahun 2004 itu mencatat klaim gempa Lombok mencapai Rp122 miliar, gempa Palu-Donggala Rp149 miliar dan tsunami Selat Sunda sebesar Rp15 miliar.

Kenaikan jumlah klaim yang signifikan itu menggerus hasil underwritting atau seleksi risiko dari Rp117 miliar tahun 2017 menjadi Rp62 miliar tahun 2018.

Meski begitu, perudagaan masih mendapatkan surplus usaha setelah pajak sebesar Rp29 miliar tahun 2018.

MAIPARK merupakan sebuah perusahaan reasuransi risiko khusus yang dimiliki seluruh perusahaan asuransi umum dan perusahaan reasuransi yang ada di Indonesia.

Saat ini, risiko khusus yang ditangani adalah gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami dan kebakaran yang diakibatkan oleh ketiga risiko tersebut.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tags : MAIPARK Indonesia Lombok Donggala Selat Sunda

(Sumber : https://writenes.blogspot.com/2020/01/reasuransi-maipark-gandeng-peneliti.html )

Note* Halaman ini berisi cliping artikel silahkan buka link sumber untuk informasi lebih lengkap

Komentar